Menu


Jajak Pendapat

Informasi tentang SMK anda peroleh melalui media apa ?
Televisi
Radio
Internet (Web, Milis dll)
Surat Kabar
[ HASIL ]

Statistik

Anda pengunjung ke : 45247270
Panggil halaman : 0.0087
Update terakhir : 10/Aug/2013

 

 

 
»» WARTA DIT. PSMK


[ bulan ini ] [ Arsip ]

PERS RELEASE

Ditulis oleh admin

Tanggal 25 Februari 2004 bertempat di ruang sidang Dit. Dikmenjur Gedung E Lantai 12 Komplek Depdiknas, Jl. Jend. Sudirman- Senayan diadakan Jumpa Pers untuk klarifikasi pemberitaan melalui teletext oleh salah satu stasiun TV swasta pada tanggal 18 Februari 2004. Pemberitaan di stasiun TV swasta tersebut menyebutkan bahwa ?Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan berencana akan menutup 1000 SMK bidang Bisnis Manajemen.?

Pada jumpa pers ini secara tegas Direktur Dikmenjur menyatakan bahwa Dikmenjur tidak akan menutup sekolah. Kebijakan yang diambil oleh Direktorat Dikmenjur adalah pengalihan beberapa program keahlian yang sudah jenuh lapangan kerjanya dan membuka program keahlian yang dibutuhkan oleh dunia usaha/ dunia industri yang dilaksanakan melalui Program Reengineering SMK.
Pokok pikiran dan detail mengenai Program Re-engineering SMK tersebut adalah sebagai berikut (bahan Pers Release tgl 25 Februari 2004):
1. Sehubungan dengan munculnya berita akan ditutupnya sejumlah SMK, kami merasa perlu untuk meluruskan berita tersebut, pada dasarnya Direktorat Dikmenjur tidak pernah menutup SMK, karena hal itu merupakan wewenang pemerintah Kabupaten/kota. Program Dikmenjur adalah mendorong pembukaan program Keahlian baru dan mengganti program keahlian yang sudah jenuh pada SMK tersebut, serta mendukung sebagian dana ?stimulan? untuk pengembangan program baru tersebut (lihat table). Oleh karena itu program Re-engineering telah digulirkan sejak tahun 1999, dan setiap SMK dapat memiliki 2 s.d 7 Program Keahlian.

2. Secara konseptual Re-engineering merupakan perubahan yang beresiko tinggi dan memerlukan proses yang cukup lama. Hal ini dikarenakan Re-engineering bukan hanya merupakan proses perubahan kultural seperti pada pendekatan ?Total Quality Management? (TQM), tetapi lebih dari itu perubahan terhadap struktur`kelembagaan. Re-engineering`lebih bersifat perubahan inovatif dari atas ke bawah (Top-Down) yang biasanya hanya dilakukan satu kali dalam satu periode organisasi. Re-engineering SMK dimaksudkan sebagai suatu upaya penataan bidang/program keahlian SMK sesuai dengan kondisi dan perkembangan potensi ekonomi dan potensi wilayah serta tuntutan kebutuhan pasar kerja, tanpa menutup institusi SMK tersebut (baik negeri maupun swasta). Selain itu SMK yang sudah dinilai memiliki manajemen, fasilitas, tenaga kependidikan serta jaringan kerjasama yang baik akan diberdayakan dan ditingkatkan perannya menjadi penyelenggara pendidikan dan pelatihan kejuruan terpadu (PPKT) dan Community College, bagi masyarakat dalam lingkup yang lebih luas dan bukan hanya untuk siswanya sendiri, serta didorong untuk memiliki kualitas berstandar Nasional & Internasional.

3. Dalam rangka penataan kembali Bidang/program keahlian SMK telah dilakukan analisis proyeksi pengembangan SMK seperti tertuang pada Buku Reposisi Pendidikan Kejuruan menjelang 2020 yang menyebutkan bahwa;
a. Kelompok program Pertanian, Pariwisata, Perikanan dan kelautan serta Teknologi Informasi merupakan program unggulan yang diproyeksikan akan mengalami perkembangan yang sangat pesat. Jumlah SMK yang membuka program tersebut pada tahun 2000 adalah 555 SMK dan diproyeksikan menjadi 3.349 pada tahun 2010, kemudian akan berkembang menjadi sekitar 6.151 SMK pada tahun 2020.
b. Kelompok program Teknologi dan Industri serta Kelompok Seni dan Kerajinan, merupakan program yang cukup stabil dan diproyeksikan akan mengalami perkembangan yang wajar. Jumlah SMK yang membuka program tersebut pada tahun 2000 adalah 1.523 SMK dan diproyeksikan menjadi 1.725 SMK pada tahun 2010, kemudian akan berkembang menjadi sekitar 3.178 SMK pada tahun 2020.
c. Kelompok program Bisnis dan Manajemen, merupakan program yang diproyeksikan akan mengalami kejenuhan di pasar kerja, sehingga secara bertahap akan dilakukan pengalihan ke Bidang/program keahlian yang masih relevan dan prospektif terserap di apsar kerja. Misalnya Program keahlian Sekretaris akan dialihkan ke program keahlian Teknologi Informasi, dsb. Jumlah SMK pada kelompok program tersebut pada tahun 2000 adalah 2.192 SMK dan diproyeksikan akan menjadi 923 SMK pada tahun 2020.

4. Berkaitan dengan upaya pengembangan SMK melalui Re-engineering tersebut, sejak tahun 1999 s.d 2003 telah dilakukan kegiatan-kegiatan sebagai berikut.
a. Sosialisasi dan koordinasi program Re-engineering dengan Tim Re-engineering provinsi dan kabupaten/kota.
b. Sosialisasi dan kordinasi penataan dan pengembangan SMK di tingkat Kabupaten/kota dengan melibatkan semua penanggung jawab pendidikan di daerah termasuk dunia usaha/industri.
c. Rintisan pelaksanaan Re-engineering SMK yang meliputi; penggantian/pengembangan program keahlian (PK) baru pada SMK, pengembangan Unit Pelaksana Teknis (UPT) baru SMK (SMK baru), pengembangan SMK kecil pada lokasi SMP, Program SMK kelas jauh di Pondok Pesantren, Pengembangan Sekolah Menengah (SM) terpadu. Selain itu juga telah dilakukan pengembangan SMK menjadi PPKT dan Community College.

5. Rintisan pengembangan SMK melalui Re-engineering dapat dilihat pada table berikut.

TABEL 1
RINTISAN PENGEMBANGAN SMK
DALAM RANGKA RE-ENGINEERING

No JENIS KEGIATAN JUMLAH LOKASI (SMK)
2002 2003 2004 TOTAL
Penggantian PK/ Pengemb. SMK Baru
1 Pengembangan/perubahan PK baru (Re-engineering) 41 119 300 460
2 Pengembangan PK Perikanan/Budidaya Ikan 42
(sejak th 2000) 20 40 102
3 Pengembangan UPT baru /Unit Sekolah Baru (USB) 13 62 48 123
4 Pengembangan UPT baru SMK pada SLTP (SMK Kecil)
-
80
280
360
5 Pengembangan SM Terpadu
-
18
*)
18
6 Program SMK kelas Jauh - 10 *) 10
Jumlah 96 309 668 1.073

Pemberdayaan SMK
7 SMK PPKT - 444 150 594
8 Community College 101 113 50 264
Jumlah 101 557 200 858

*) menyatu dengan pengembangan SMK kecil

6. Kelompok Bidang/Program keahlian baru yang dikembangkan pada SMK yang sudah ada dan UPT baru berdasarkan urutan terbanyak meliputi; (1) Teknologi Informasi dan komunikasi; (2) Teknologi Industri, khususnya program; analis kimia, geologi pertambangan, Teknik bangunan, Teknik otomotif, Pemesinan Kapal, Teknika Kapal Niaga, (3) Perikanan dan Kelautan, khususnya; Nautika perikanan laut, Aqua Cultur dan Teknologi Hasil Perikanan; (4) Pertanian khususnya untuk program; budidaya Ternak, budidaya ikan, Teknologi Hasil Pertanian, Budidaya kelapa sawit; (5) Pariwisata khususnya untuk program; Akomodasi Perhotelan, Tata Busana dan Tata Kecantikan.; (6) Kelompok Program Bisnis dan Manajemen, diprioritaskan untuk program; Penjualan, Akuntansi Perbankan dan Kewirausahaan. Sedangkan Bidang Keahlian untuk program SMK PPKT dan Community College adalah; (1) Kelompok Teknologi Industri meliputi;, Teknik las, Teknik Komputer, Otomotif, Disain Grafis periklanan, teknik konstruksi kayu; (2) Kelompok Teknologi Komunikasi dan Informasi meliputi; Teknologi Informatika, Teknik Informatika Komputer, Teknik Audio Video; (3) Kelompok Pariwisata meliputi; Tata Busana, Bahasa Mandarin, bahasa Jepang, Akomodasi Perhotelan, dan Usaha Jasa Pariwisata; (4) Kelompok Pertanian meliputi; Pembenihan udang windu, dan Budidaya Tanaman; (5) Kelompok Bisnis dan Manajemen meliputi; Akuntansi Perpajakan, Akuntansi Jasa, Akuntansi Keuangan, Marketing; (6) Kelompok Seni dan Kerajinan meliputi; Kria Tekstil.


7. Masukan dari masyarakat dan dunia usaha/industri berupa saran atau usulan mengenai program-program keahlian yang diperlukan oleh masyarakat dan dunia usaha/industri akan sangat membantu dalam meningkatkan angka keterserapan tamatan SMK di pasar kerja yang sesuai dengan bidang keahliannya. Hal tersebut diharapkan dapat mengurangi jumlah pengangguran dari tenaga kerja terdidik yang berpotensi.



Jakarta, 25 Februari 2004
Direktur Dikmenjur




Dr. Ir. Gatot Hari Priowirjanto

2004-02-25 00:00:00 [ hits 12582 ]

BERI KOMENTAR
Nama*:
Email:
Komentar*:
*) max 300 karakter
Kode Akses * :

Kode Akses Anda : 0248


KOMENTAR


[ Tampilkan semua komentar ]
Tidak Ada Komentar!

[ Tampilkan semua komentar ]
 
Tahukah anda ?
^top^

« Kembali

Tulis email anda untuk mendapatkan informasi terbaru

Subscribe: Artikel @ditpsmk by Email
Follow Twitter: @ditpsmk
Join Group: ditpsmk

Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan 2011 All Right Reserved
Gedung E lt 13, Komplek Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Jalan Jenderal Sudirman, Senayan, Jakarta