Kemdikbud Gelar Penyusunan Rencana Induk Revitalisasi di Bali

Oleh: Adik Aprillyadi · Jumat, 22 November 2019 22.13 · 1.043

Bagikan

Bali—Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan menyelenggarakan Penyusunan Rencana Induk Revitalisasi (RIR) Tahap I di Bali (22/11).  Sebanyak 34 Kepala Bidang SMK dan 145 SMK dari seluruh provinsi hadir dalam upaya pengimplementasian Inpres nomor 9 tahun 2016 tentang Revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dalam rangka Peningkatan Kualitas dan Daya Saing Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia.

Semua sekolah yang mengikuti kegiatan ini merupakan hasil seleksi asesmen yang dilakukan selama September s.d. Oktober 2019. Kemendikbud ingim sekolah yang serius untuk berkembang meningkatkan kualitas sekolah. Dinas Pendidikan Provinsi diharapkan memeriksa kesiapan sekolah sebelum pelaksanaan revitalisasi dimulai.  

Pada prinsipnya, RIR SMK merupakan dokumen perencanaan yang berisi program dan kegiatan penguatan kinerja atau performa SMK yang disusun sedemikian rupa sehingga menjadi acuan dalam merealisasikannya di lapangan.

Menurut Arie Wibowo Khurniawan, Kepala Subdit Program dan Evaluasi, Direktorat Pembinaan SMK, “Program ini bertujuan untuk menyiapkan SMK agar membuat rancangan program dan kegiatan Revitalisasi Sekolah yang ideal dan standar sehingga nantinya terlaksana dengan lebih efisien dan efektif.”

Dimensi Revitalisasi

“Berbicara tentang revitalisasi, paling tidak ada lima dimensi yang akan dikembangkan yakni peningkatan kerjasama industri dan penyelarasan kejuruan, revitalisasi sarana dan prasarana, pembinaan minat bakat peserta didik dan pendidikan karakter, sinkronisasi kurikulum dan pembelajaran SMK serta revitalisasi tenaga kependidikan,” jelas Bakrun, Direktur Pembinaan SMK.

Dalam pelaksanaan revitalisasi ini, Kemendikbud juga mendorong pendidikan karakter. Akhir tahun ini akan dikeluarkan modul kepemimpinan, kedisiplinan, ketarunaan, kerohaniaan, pengembangan minat dan bakat, dan kontrak belajar antara orangtua dan siswa. 

 

Untuk kerjasama dengan industri, telah dilakukan sosialisasi PP 45 tahun 2019 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2010 tentang penghitungan penghasilan kena pajak dan pelunasan pajak penghasilan dalam tahun berjalan. PP ini mengatur tentang super tax deduction yang dilanjutkan dengan PMK 128 tahun 2019 tentang penerapan super tax deduction, yakni industri  akan mendapat 200% untuk praktik industri, guru tamu, dan untuk membeli saran dan prasarana.

Jadi dalam pelaksanaan kerja sama antara SMK dengan industri, sekolah tidak perlu membayar karena seharusnya perusahaan yang membayar. Jumlah kompetensi yang terangkum dan dapat bekerjasama dengan industri yakni 127, untuk bisnis dan manajemen tidak termasuk. Nantinya akan ada perjanjian kerjasama. Secara awal akan tertulis apa yang akan diberikan untuk sekolah.

Sebelum mencapai hal tersebut, hal pertama yang akan digenjot pertama yakni guru. Karena sebagus apapun saran dan prasarana yang ada, jika guru tidak berkompeten, output-nya tidak akan baik. Mulai tahun 2020 akan direncanakan untuk melakukan bimbingan teknis dengan menggunakan digitalisasi  melalui video conference.


5000 SMK Direvitalisasi

Meroketnya jumlah SMK sebanyak 14.284 tentunya menjadi pekerjaan, tidak hanya untuk Kemdikbud, tetapi juga Kementerian dan Lembaga Negara lainnya serta Dinas Pendidikan Provinsi. Ke depannya, penyusunan RIR tidak hanya berhenti di angka 145 SMK.  

Dalam tahun ini, akan dilaksanakan penyusunan RIR kepada 355 SMK yang juga terpilih dari 730 SMK yang telah diasesmen. RIR ini akan menjadi penentu apakah SMK tersebut layak atau tidak mendapatkan bantuan revitalisasi. Hal ini disebabkan, Kemdikbud ingin memberikan bantuan kepada SMK yang benar-benar layak. 

Selanjutnya, bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Provinsi, Kemendikbud akan meningkatkan jumlah SMK yang direvitalisasi sebanyak 5.000 SMK secara bertahap.  (AA)

Bagikan

#PetuahPetuah

Idealisme adalah kemewahan terakhir yang hanya dimiliki oleh pemuda.

Tan Malaka