Siswa SMK di Jawa Timur Bahu Membahu Ciptakan 1.500 APD Artikel ini telah tayang di Kompas.com deng

Oleh: Muhammad Abdul Majid · Sabtu, 4 April 2020 21.00 · 349

Bagikan

Di tengah pandemi Covid-19, Alat Perlindungan Diri ( APD) seperi baju hazmat menjadi salah satu hal yang dibutuhkan oleh rumah sakit. Berbagai kalangan di Jawa Timur bahu membahu untuk mengatasi permasalahan langkanya APD, tak tekecuali siswa dari SMK tata busana di Jawa Timur.

“Kita punya 235 SMK yang memiliki kompetensi tata busana. Tahap satu ini baru memanfaatkan 22 SMK,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Wahid Wahyudi saat dihubungi Kompas.com Sabtu (04/04/2020).

Produksi 1.500 APD Pihaknya mengatakan sampai dengan hari ini, anak-anak SMK di Jawa Timur sudah mampu menghasilkan sekitar 1.500 APD. “Itu yang dijahit oleh SMK ada juga perusahaan-perusahaan yang menyiapkan,” ujar dia.

Wahid mengatakan, terkait pembuatan APD yang dilakukan oleh anak-anak SMK, mereka bekerjasama dengan RS dr. Soetomo untuk memastikan kualitas produk. Terkait pembuatan APD ini, sementara ditujukan untuk memenuhi kebutuhan APD di fasilitas kesehatan di wilayah Jawa Timur. Meskipun yang menjahit APD adalah anak-anak SMK, namun Wahid mengatakan anak-anak tersebut telah memiliki kompetensi. “Mereka kan jurusan tata busana jadi mereka sudah profesional menjahit APD,” ucapnya.

Adapun anak-anak SMK yang ikut membuat APD disebutnya melakukannya di sekolah masing-masing dengan beranggotakan sekitar 8 hingga 10 siswa yan ikut menjahit di setiap sekolah. Sebagai bentuk apresiasi, Wahid mengatakan untuk setiap APD yang dijahit oleh anak-anak SMK diizinkan untuk dituliskan pada APD tersebut SMK mana yang membuat. “Jadi ini kebanggan tersendiri dari sisi kopetensi siswa SMK,” terangnya. Pelaksanaan pembuatan APD oleh anak-anak SMK ini sendiri menurut Wahid telah dilakukan sejak seminggu lalu.

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan, masa puncak wabah Covid-19 kebutuhan APD di Jawa Timur diperkirakan minimal mencapai 3.350 buah per hari. “Satu pasien sehari butuh 23 APD . Jika diperkirakan puncaknya sampai 150 pasien maka per hari butuh 3350 APD. Kita berharap itu tidak sampai terjadi tetapi kita harus menyiapkan contigency plan,” ujarnya melalui rilis yang diterima Kompas.com (02/02/2020). Pada Rabu (01/04/2020) Khofifah juga meninjau Pabrik Putrateja Sempurna yang berada di Kota Probolinggo.

Pabrik tersebut merupakan industri tekstil yang mengonversi usaha tekstilnya untuk memproduksi hazmat dan masker hingga tiga bulan mendatang. Kapasias produksi hazmat di tempat ini sendiri mencapai 1 juta buah per bulan sehingga dalam tiga bulan mereka akan memproduksi 3 juta hazmat. “Saya ingin datang ke sini untuk meminta kuota harian. Artinya kalau produksi perusahaan ini bisa digunakan untuk Jatim saya ingin minta kuota harian. Mengapa harian karena tempat yang lain juga membutuhkan segera untuk APD ini,” ujar Khofifah.

Sumber: kompas.com

Bagikan

#PetuahPetuah

Kamu harus rajin belajar dan membaca, jangan ditelan sendiri. Berbagilah dengan teman-teman yang tak mendapat pendidikan.

Wiji Thukul